Remaja,masa paling berharga dan menentukan

Dalam ulasan singkat ini akan dijelaskan
mengenai masa remaja menurut
perspektif Islam dan solusi atas
sebagian problem mereka. Masa remaja
adalah salah satu periode kehidupan
yang paling baik, bernilai dan sensitif,
yaitu waktu yang sangat menentukan
bagi masa depan. Setiap keputusan dan
langkah seseorang di masa remaja
akan mempengaruhi masa depannya.
Mungkin saja keputusan itu akan
menguntungkannya atau sebaliknya.
Remaja adalah masa keemasan, dan
para pemuda harus memahami masa
yang sangat berharga itu sehingga
mereka dapat meraih masa depan
dengan baik dengan bersandar kepada
kekuatan fisik dan energi berlimpah
serta semangat yang luar biasa di masa
itu. Kemurnian, kesucian, kelembutan,
kebahagiaan, menuntut kemerdekaan
dan pembaharuan, mencari kebenaran,
dan cenderung kepada spiritualitas
adalah sebagian karakter dari masa
remaja. Dengan keistimewaan tersebut,
remaja dapat mewujudkan semua
bakatnya dan menampakkan nilai-nilai
keberadaannya.
Para pemuda adalah investasi besar
bagi setiap negara, di mana
pertumbuhan dan kemajuan
masyarakat berhubungan erat dengan
keselamatan jiwa dan fisik remaja.
Masyarakat yang memiliki remaja yang
berkomitmen dan berpendidikan
adalah masyarakat yang sehat, di mana
mereka akan mampu melewati tangga-
tangga kemajuan dengan cepat.
Perkembangan industri, pertumbuhan
ekonomi,
pembangunandankesejahteraan,
kemandiriandan keamanan nasional,
serta mobilitas ke arah kemajuan di
setiap masyarakat akan terwujud jika
ada para remaja yang berkomitmen
dan berpendidikan. Oleh sebab itu, para
remaja selalu menjadi perhatian agama-
agama Samawi, aliran pemikiran dan
para cendekiawan dunia. PBB
menetapkan tanggal 12 Agustus
sebagai Hari Remaja Internasional (Hari
Remaja Sedunia). Hari Remaja
Internasional dideklarasikan dengan
slogan "Membangun Dunia yang Lebih
Baik Bersama (Bekerjasama) dengan
Remaja"(International Youth
Day:Building a better World Partnering
with Youth).
Menyusul penetapan hari tersebut, PBB
meminta semua negara dunia untuk
membantu para remaja supaya mereka
mencapai kondisi yang lebih baik.
Bantuan tersebut dapat dilakukan
melalui pengembangan fasilitas, alat
dan sumber serta memberikan peluang
kepada mereka untuk andil dalam
sektor-sektor penting. PBB menyatakan
bahwa dewasa ini para pemuda dalam
kondisi buruk pekerjaan dan bahkan
keamanan kerja bagi mereka sangat
rendah.
Selain itu, keyakinan dan sikap percaya
diri para remaja telah menjadi lemah
karena dikecualikan dari keputusan-
keputusan penting dan bahkan tidak
dilibatkan dalam keputusan-keputusan
tersebut. Oleh karena itu, semua
pemerintahan, lembaga swasta,
universitas dan individu-individu yang
baik dapat membantu para remaja
untuk meraih masa depan yang
gemilang dengan cara menyiapkan
lapangan kerja yang baik dan
memberikan peluang kepada mereka
untuk berkreativitas.
Hari Remaja Sedunia telah diperingati
setiap tahun, namun masih banyak para
pemuda yang menghadapi berbagai
masalah terutama mereka yang tinggal
di negara-negara berkembang.
Mengenal identitas diri adalah salah
satu kebutuhan mendasar bagi para
remaja. Para pemuda harus mengetahui
bakat yang ada dalam diri mereka dan
menentukan tujuan bagi kehidupannya
untuk mencapai pertumbuhan,
kesejahteraan dan kemakmuran.
Ketika dalam proses membangun diri,
para pemuda merupakan sebuah
masyarakat dan kehidupan baru yang
memerlukan teladan yang terbaik.
Dewasa ini, kemajuan teknologi baru
dan internet telah menghapus batas-
batas geografis. Budaya dan gaya hidup
materialistik Barat yang disebarkan oleh
media-media Eropa telah memberikan
inspirasi negatif kepada para remaja, di
mana hal itu tidak sesuai dengan pola
budaya asli dan ajaran-ajaran agama
Samawi. Akibatnya, para pemuda
menghadapi persoalan dan krisis
mental dan moral.
Persoalan tersebut muncul karena gaya
hidup barat mengesampingkan agama
dan spiritualitas. Barat memiliki
interpretasiyang sepenuhnya
materialistiktentang
keberadaandanmanusia. Faktor itulah
yang menyebabkan memburuknya
krisis identitas di masyarakat Barat
khususnya di antara para pemuda.
Menurut pandangan Islam, remaja
memiliki jiwa yang murni dan hati yang
lembut. Masa remaja adalah masa
terbaik untuk pertumbuhan spiritual
dan pengembangan jiwa manusia.
Banyak para nabi mencapai derajat
kelayakan untuk menerima wahyu dan
kedudukan tinggi, dan sampai kepada
derajat Nubuwah disebabkan ibadah-
ibadah mereka di masa remaja.
Rasulullah Saw bersabda," Aku
menasihati kalian tentang remaja untuk
berbuat baik, di mana mereka memiliki
hati yang lebih lembut dan lebih
menerima keutamaan. Allah Swt
mengutusku sebagai seorang nabi
untuk menyampaikan kabar gembira
tentang rahmat Ilahi dan menakut-
nakuti mereka dengan azab Allah (Swt).
Para remaja menerima perkataanku
dan menjalin perjanjian kecintaan
denganku, tetapi orang-orang tua
menolak ajakanku dan menentangku."
Imam Jakfar Shadiq as berkata,
"Sesungguhnya orang yang paling
dicintai di sisi Tuhan adalah remaja
belia dan tampan yang
mempersembahkan masa muda dan
ketampanannya di jalan ketaatan
kepada Tuhan Yang Maha Besar. Allah
(Swt) akan membanggakannya di
hadapan para malaikat dan berfirman:
ini adalah hamba-Ku yang sejati."
Sementara itu, mengabaikan agama
dan moral adalah ciri dari budaya Barat.
Penghapusan agama dari kehidupan
manusia akan menyebabkan
kevakuman sehingga wajar jika
masyarakat Barat saat ini menghadapi
persoalan sosial yang serius.
Salah satu masalah yang dihadapi
remaja dewasa ini adalah kecanduan
terhadap narkoba dan obat-obatan
terlarang. Para pemuda lebih beresiko
terhadap narkoba disebabkan
keragaman keinginan dan rasa ingin
tahu yang tinggi dalam diri mereka. Jika
keyakinan agama para remaja lemah
maka mereka akan dengan mudah
terjerumus kepada hal-hal yang
dilarang.
Kecanduan narkotika akan
menyebabkan para remaja menjadi
lemah, tanpa tujuan dan tidak peduli
dengan diri dan masa depannya.
Mereka yang seharusnya menghabiskan
waktunya untuk belajar di pusat-pusat
pendidikan dan tempat-tempat ibadah,
justru sibuk di tempat-tempat maksiat
dan melakukan hal-hal yang
menyimpang.
Salah satu kebutuhan penting remaja
adalah terpenuhinya dorongan seksual
melalui jalan yang sah yaitu dengan
jalan pernikahan. Pernikahan legal akan
menciptakan ketenangan jiwa dan
pemikiran, menjaga dan menguatkan
iman dan spiritualitas, memelihara
kemurnian dan kesucian, menjauhkan
diri dari kemunkaran dan perbuatan
asusila, serta menghindarkan manusia
dari penyakit-penyakit saraf dan mental.
Rasulullah Saw bersabda, "Barang
siapa yang menikah, maka akan
memperoleh setengah dari agamanya.
Oleh karena itu, bertakwalah kepada
Allah untuk menjaga setengahnya yang
lain."
Sementara itu, buah pemikiran
materialisme
danhedonismeBaratadalah kebebasan
seksualdan runtuhnyasistem dan
tatanan keluarga. Sebab, ketika manusia
didefinisikan hanya sebagai wujud
materi dan terbebas dari pandangan
moral dan masalah seksual, maka
dengan sendirinya tatanan keluarga
akan hancur.
Gencarnya media Barat yang
menyebarkan pornografi termasuk film-
film tak bermoral telah mengurangi
kecenderungan remaja untuk
melakukan hubungan legal melalui
pernikahan. Hal itu tentunya juga akan
merusak bangunan keluarga sebagai
tempat untuk mendidik manusia-
manusia berkualitas.
Krisis pemikiran dan moral di Barat
telah sampai pada kondisi di mana
praktek-praktek tak wajar dan tidak etis
seperti homoseksual telah diakui
sebagai Hak Asasi Manusia.
Meningkatnya kelainan jiwa, depresi,
stress, cemas, bunuh diri dan
kejahatan-kejahatan lainnya di antara
para pemuda adalah dampak dari krisis
moral di Barat.
Tidak adanya keterlibatan para remaja
dalam pekerjaan-pekerjaan sensitif dan
keputusan-keputusan penting negara
merupakan salah satu masalah mereka.
Rasulullah Saw meyakini pentingya
untuk melibatkan para pemuda dalam
urusan pemerintahan Islam. Beliau
menyerahkan pekerjaan-pekerjaan
besar kepada remaja. Misalnya, Nabi
Muhammad Saw berulang kali
memberikan tugas penting kepada
Imam Ali as yang masih remaja untuk
menjadi komandan pasukan Islam dan
mengajak masyarakat kepada Islam.
Pada tahun kelima dari kenabian,
sekelompok Muslimin berhijrah ke
Habasyah disebabkan gangguan dari
kaum Musyrikin Mekah. Rasulullah Saw
menunjuk seorang pemuda berumur
25 tahun bernama Jakfar bin Abi Thalib
untuk memimpin rombongan tersebut,
padahal tugas itu adalah tugas yang
sangat berat dan berbahaya.
Ketika Rasulullah Saw telah mendirikan
pemerintahan Islam di Madinah, beliau
memberikan saham lebih banyak
kepada para pemuda Muslim untuk
menangani sektor-sektor pelaksanaan,
managemen, pemerintahan dan
budaya. Pada tahun kedelapan hijriah
setelah berakhirnya Perang Hunain,
seorang pemuda 21 tahun bernama
Attab bin Usaid juga ditunjuk Rasulullah
sebagai gubernur Mekah ketika beliau
hendak meninggalkan kota tersebut.
Di akhir usia Rasulullah Saw, beliau juga
mengangkat Usamah bin Zaid sebagai
komandan pasukan yang dikirim ke
medan tempur melawan Romawi,
padahal Usamah waktu itu baru
berumur sekitar 20 tahun. Pasukan
yang dipimpin remaja tersebut kembali
dengan ghanimah.
Namun demikian, usia remaja dan
vitalitas bukan satu-satunya kriteria
dipilihnya remaja dalam pemerintahan,
tetapi keutamaan, akhlak, nilai moral
dan kemanusiaan merupakan syarat
utamanya. Rasulullah Saw bersabda,
"Bukan berarti setiap yang besar
memiliki keutamaan dan kebaikan;
namun hanya pemilik keutamaan
kemanusiaan dan keislaman yang bisa
besar dan memiliki tanggung
jawab.

0 Response to "Remaja,masa paling berharga dan menentukan"

Post a Comment