Di Indonesia, kebebasan menjalankan ibadah puasa Ramadhan dijamin oleh Undang-Undang, tak ada penerapan hukum negara sama sekali yang menyasar pada orang yang berpuasa maupun tidak berpuasa. Semua berjalan sebagaimana toleransi dan empati antara sesama. Namun ternyata di sejumlah negara khususnya Timur Tengah, ada aturan main khusus tentang berpuasa di bulan Ramadhan.
Ada sanksi yang diterapkan bagi mereka umat Muslim yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Arab Saudi dan Kuwait, dua negara dari dari sekian banyak negara di Timur Tengah yang menerapkan sanksi tegas terhadap oang Muslim yang makan atau minum di depan umum selama bulan Ramadhan.
Bahkan Negara Kerajaan Arab Saudi telah memberikan peringatan awal berupa ancaman pengusiran bagi seluruh pekerja asing baik muslim maupun non muslim yang ketahuan makan dan minum di depan umum.
Seperti yang dikutip dari laman BBC, Kementerian Dalam Negeri Saudi telah memberikan pernyataan yang sama tiap tahunnya bahwa Ia menyerukan agar non-Muslim pun tetap memahami perasaan umat Muslim dan menghargai ritual Islam.
Serupa dengan di Kuwait, Pemerintah dan Polisi setempat mengancam akan membawa seorang Muslim yang ketahuan makan dan minum di siang hari saat Bulan Ramadhan dengan hukuman penjara ringan hingga Ramadhan usai.
Tak hanya di Timur Tengah, negeri tetangga Malaysia yang mayoritas beragama Islam pun seringkali pejabat lokalnya melakukan pemeriksaan ketat di sejumlah restoran dan taman-taman. Polisi Malaysia mengincar warga Muslim yang ketahuan makan dan minum di area terbuka. Jika tertangkap, denda harus dikeluarkan untuk menebus kesalahan. Namun jika berlangsung selama berkali-kali, Polisi Malaysia betul-betul akan memenjarakan orang yang tak menghargai ibadah wajib Puasa ramadhan.
Bagaimana dengan yang terjadi di
Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina?
Walaupun tanah Palestina maupun tanah Muslim yang taat, namun masih ada saja segelintir anak muda menjelang dewasa yang makan dan minum di depan umum saat Muslim Palestina lainnya sedang berpuasa.
Walaupun kelompok militan Hamas di Palestina masih mencoba menguasai dan mempertahankan tanah Palestina, merak tetap tak gentar untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan konsisten.
Serupa dengan di Mesir, para ulama mengeluarkan fatwa meminta pemerintah untuk melarang orang makan atau minum di depan umum selama Ramadan, bahkan bagi 10% komunitas Kristen sekalipun.Permintaan yang sama juga diajukan sebelum kelompok Ikhwanul Muslimim berkuasa di Mesir.
Namun sejauh ini, Mesir tidak memberlakukan sanksi bagi mereka yang makan atau minum di depan umum selama bulan puasa.
Ada sanksi yang diterapkan bagi mereka umat Muslim yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Arab Saudi dan Kuwait, dua negara dari dari sekian banyak negara di Timur Tengah yang menerapkan sanksi tegas terhadap oang Muslim yang makan atau minum di depan umum selama bulan Ramadhan.
Bahkan Negara Kerajaan Arab Saudi telah memberikan peringatan awal berupa ancaman pengusiran bagi seluruh pekerja asing baik muslim maupun non muslim yang ketahuan makan dan minum di depan umum.
Seperti yang dikutip dari laman BBC, Kementerian Dalam Negeri Saudi telah memberikan pernyataan yang sama tiap tahunnya bahwa Ia menyerukan agar non-Muslim pun tetap memahami perasaan umat Muslim dan menghargai ritual Islam.
Serupa dengan di Kuwait, Pemerintah dan Polisi setempat mengancam akan membawa seorang Muslim yang ketahuan makan dan minum di siang hari saat Bulan Ramadhan dengan hukuman penjara ringan hingga Ramadhan usai.
Tak hanya di Timur Tengah, negeri tetangga Malaysia yang mayoritas beragama Islam pun seringkali pejabat lokalnya melakukan pemeriksaan ketat di sejumlah restoran dan taman-taman. Polisi Malaysia mengincar warga Muslim yang ketahuan makan dan minum di area terbuka. Jika tertangkap, denda harus dikeluarkan untuk menebus kesalahan. Namun jika berlangsung selama berkali-kali, Polisi Malaysia betul-betul akan memenjarakan orang yang tak menghargai ibadah wajib Puasa ramadhan.
Bagaimana dengan yang terjadi di
Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina?
Walaupun tanah Palestina maupun tanah Muslim yang taat, namun masih ada saja segelintir anak muda menjelang dewasa yang makan dan minum di depan umum saat Muslim Palestina lainnya sedang berpuasa.
Walaupun kelompok militan Hamas di Palestina masih mencoba menguasai dan mempertahankan tanah Palestina, merak tetap tak gentar untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan konsisten.
Serupa dengan di Mesir, para ulama mengeluarkan fatwa meminta pemerintah untuk melarang orang makan atau minum di depan umum selama Ramadan, bahkan bagi 10% komunitas Kristen sekalipun.Permintaan yang sama juga diajukan sebelum kelompok Ikhwanul Muslimim berkuasa di Mesir.
Namun sejauh ini, Mesir tidak memberlakukan sanksi bagi mereka yang makan atau minum di depan umum selama bulan puasa.

0 Response to "Negara yang menerapkan sanksi bagi mereka yang tidak puasa"
Post a Comment